Perbedaan Waterproof Dan Epoxy

Mengenal Perbedaan Waterproof Dan Epoxy Pada Sebuah Bangunan

Dalam sebuah bangunan entah itu rumah ataupun gedung pastinya lantai serta atap menjadi bagian bangunan yang wajib dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Tidak tanggung-tanggung kedua bagian tersebut biasanya juga mempergunakan bahan material terbaik agar nantinya dapat awet dan tahan lama serta menghindarkannya dari berbagai masalah yang dapat merugikan.

Untuk mendapatkan lantai bangunan yang kuat kini sudah ada metodenya yakni melalui metode epoxy lantai. Metode ini hampir mirip dengan pemadatan lantai floor hardener hanya saja ada perbedaan sedikit. Jika floor hardener lantai hanya dibuat padat saja, melalui epoxy ini lantai bukan hanya dibuat padat melainkan juga dibuat licin dan mengkilat layaknya sebuah kaca. Untuk membuat lantai yang mengkilat dan kuat dengan epoxy ini terlebih dahulu lantai beton dipadatkan dengan metode floor hardener hanya saja dalam finishingnya akan ditambah material cair yang kemudian diratakan kembali, sehingga ketika caira n tersebut mengeras lantai menjadi sangat kuat serta mengkilat.

Jika epoxy biasa dipergunakan pada lantai berbeda dengan waterproof atau membrane waterproofing. Waterproofing biasa dipergunakan pada atap sebuah bangunan dimana atap tersebut yang berupa beton ataupun dag. Sesuai dengan namanya penggunaan metode waterproofing ini akan membuat atap beton tersebut menjadi kedap air sehingga tidaka akan memungkinkan air merembes melalui celah-celah beton tersebut.

Pentingnya Penerapan Waterproofing Pada Atap Beton

Membrane waterproofing adalah suatu pelapisan pada sebuah atap menggunakan material khusus yang bernama membran. Material ini bekerja melapisi seluruh permukaan atap agar tahan terhadap rembesan air. memang sering kali atap dari sebuah gedung ataupun rumah yang menggunakan beton terlihat cukup kuat, akan tetapi sekuat apapun beton ternyata masih ada ruang-ruang yang dapat diresapi oleh air, sehingga ketika musim penghujan tiba banyak atap yang mengalami kebocoran lantaran air yang merembes tersebut. karena itulah pelapisan tersebut menjadi wajib untuk dilakukan untuk menghindari bermacam-macam resiko yang diakibatkan oleh rembesan air.

Dengan menggunakan metode membrane waterproofing dipastikan tidak akan ada lagi masalah rembesan, kebocoran, atau masalah lain pada atap bangunan lantaran atap telah dilapisi dengan material terbaik dan menjadi kedap air. tak perduli seberapa deras hujan itu turun atap akan tetap aman dan tidak akan takut lagi dengan bocor.

Untuk hasil yang lebih maksimal lagi Anda dapat memilih metode yang kedua yakni membran bakar waterproofing. Metode ini sama dengan metode yang pertama tadi, hanya saja finishing dari metode ini adalah dengan membakar membran tersebut agar lebih menempel pada permukaan beton. Tentunya cara yang kedua ini lebih maksimal jika dibandingkan dengan yang pertama tadi, meskipun bahan materialnya sama akan tetapi karena finishingnya berbeda maka hasil yang akan diperoleh juga akan berbeda tentunya.

Memang menggunakan metode membran bakar waterproofing ini harus dua kali kerja dan banyak menyita waktu, akan tetapi karena hasilnya yang sangat maksimal tidak heran jika kemudian jasa membran bakar ini akhirnya laris manis terutama di kota-kota besar yang banyak gedung bertingkat yang atapnya terbuat dari beton.

Baik itu membran bakar waterproofing ataupun yang biasa sama-sama sangat penting untuk dilakukan terutama pada bangunan ataupun gedung yang sudah berusia cukup lama. Meskipun atap gedung tidak mengalami masalah tidak ada salahnya jika pihak pengelola gedung tetap menggunakan metode ini agar atap gedung menjadi semakin kuat dan awet.

Untuk masalah harga membrane waterproofing biasa dengan yang model bakar tentunya berbeda. Metode yang dilakukan tanpa pembakaran tersebut tentunya akan sedikit lebih murah dengan yang menggunakan metode bakar pada finishingnya. Untuk itu Anda dapat memilih metode mana yang akan Anda gunakan untuk melindungi atap beton rumah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *