Category Archives: Kelistrikan

Macam-macam Kabel Duct

Macam-macam Kabel Duct dari Berbagai Ukuran

Siapa yang betah melihat kabel berantakan di lantai? Pasti tidak ada seorangpun yang akan senang dengan hal tersebut bukan? Selain tidak sedap dipandang mata, kabel-kabel yang tidak beraturan juga berpotensi menimbulkan korsleting dan jenis bahaya keselamatan lainnya.

Nah untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, munculah kabel duct. Jenis kabel ini didesain secara khusus dalam sebuah pipa agar dapat ditanam di bawah ataupun di permukaan lantai.

Di pasaran kamu bisa menemukan kabel ini dalam berbagai macam jenis dan model. Nah bagi kamu yang penasaran ingin tahu kira-kira terdapat jenis apa sajakah itu, mari langsung saja kita baca bersama-sama informasi lengkapnya di bawah ini!

Macam-macam Kabel Duct

Kabel duct sangat bermanfaat dalam mengelola jaringan kabel. Kabel ini bisa diaplikasikan dalam skala kecil seperti di rumah maupun dalam skala besar seperti di perusahaan dan pabrik. Secara fisik, kabel ini dipasang lengkap dengan pipa.

Jenis pipa yang biasanya digunakan yaitu jenis PVC dengan ukuran ketebalan bervariasi. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan deskripsi jenis-jenis duct.

1. Tipe Duct PVC 40 x 25

Apakah kamu ingin menambah estetika ruangan dan keamanan kabel terhadap air ataupun gigitan binatang? Duct PVC 40 mm x 25 mm ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhanmu.

Selain terbuat dari PVC andal, kabel ini juga dilengkapi dengan sebuah penutup tipe klip on. Sehingga sangat recommended untuk digunakan bagi kamu yang ingin mendapatkan ruangan dengan keamanan jaringan kabel listrik tingkat tinggi.

2. Tipe Floor Cable Tray

Seperti yang telah dijelaskan di atas, duct tidak hanya bisa dipasang di bawah tanah, namun juga di permukaan tanah. Salah satu jenis kabel yang mendukung fungsi ini yaitu duct tipe floor cable tray.

Tipe ini memiliki bentuk oval sehingga dapat meminimalisir kaki tersandung kabel. Pipa tipe kabel ini terbuat dari bahan plastik berkualitas dan dilengkapi dengan double tape untuk menjaga posisi kabel tidak bergeser. Biasanya kabel ini dijual dalam panjang per 1 meter.

3. Tipe Trunking 25 x 40

Selanjutnya yaitu ada duct tipe trunking 25 x 40. Kabel ini bisa kamu dapatkan di pasaran dalam ukuran 2.9 m x 40 mm x 25 mm. Mengenai ketebalan, kabel tipe ini memiliki tebal 0.8 mm.

Dengan menggunakan kabel ini kamu akan lebih mudah menemukan dan mengidentifikasi posisi mana kabel yang sedang mengalami kerusakan atau korsleting.

4. Tipe Bentuk Trapezoid

Duct tipe terakhir yaitu jenis trapezoid. Kabel ini tidak hanya banyak digunakan untuk pemasangan kabel listrik saja, namun juga dipakai dalam pengelolaan kabel telefon.

Soal dimensi, kabel ini memiliki ketebalan 1.35 m, panjang 1 m, lebar 1.4 cm dan tinggi 2.2 cm. Dengan kabel ini fungsional ruangan akan lebih maksimal. Selain itu ruangan akan lebih terlihat bersih, rapi juga indah.

Sekian informasi mengenai jenis-jenis kabel duct yang bisa kami berikan untuk kamu sekalian. Jangan ragu untuk mengeluarkan sedikit modal demi mendapatkan ruangan nyaman, aman, bagus dipandang dengan kabel yang tertata dengan rapi dan tidak berserakan.

Segera beli dan aplikasikan jenis duct yang paling sesuai dengan kebutuhanmu di rumah amupun di kantor. Ingat, pemilihan tipe yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal. Selamat memilih ya

Teknisi Listrik

Punya Keahlian Menjadi Teknisi Listrik? Persiapkan Dulu Perlengkapan K3 Ini!

Anda paham dan terampil dalam urusan kelistrikan? Jika begitu, anda pantas berprofesi menjadi seorang teknisi listrik. Anda pun bisa menggabungkan diri dengan kontraktor listrik. Namun sebelum bekerja, anda harus membekali diri dengan perlengkapan K3 untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Apalagi mengingat pekerjaan teknisi listrik dalam memasang, merawat, ataupun memperbaiki intsalasi listrik memiliki risiko kecelakaan yang tinggi. Nah lalu kira-kira peralatan apa saja yang termasuk ke dalam perlengkapan K3 yang dibutuhkan seorang teknisi listrik?

Bagi anda yang ingin mengetahui jawabannya, silakan langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Peralatan K3 Yang Harus Dimiliki Teknisi Listrik

Dalam melaksanakan pekerjaannya, teknisi listrik memiliki risiko kerja yang cukup berat dan berbahaya. Karena berhubungan langsung dengan penghantar beraliran listrik. Bila tidak hati-hati, pekerja bahkan bisa saja langsung berhadapan dengan kematian.

Beberapa hal berbahaya yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh teknisi listrik yaitu misalnya seperti  kabel terbuka yang dapat menimbulkan orang kesetrum, adanya peralatan listrik dari bahan logam yang bocor, jaringan hantaran yang telanjang, dan masih banyak lagi ancaman lainnya.

Mengingat risiko besar tersebut sebagai seorang teknisi listrik yang professional, anda tidak boleh mengenyampingkan prinsip K3 yaitu kesehatan dan keselamatan kerja. Nah adapun beberapa peralatan K3 yang harus anda miliki diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Pakaian kerja dan peralatan keselamatan kerja

Pakaian kerja dan peralatan keselamatan kerja

Saat bekerja, seorang teknisi listrik wajib menggunakan seragam kerja atau baju safety dan beberapa APD atau Alat Pelindung Diri. Adapun APD terdiri dari:

  • Sarung tangan (safety gloves). Alat yang satu ini sangat wajib dipakai. Mengingat keseluruhan pekerjaan teknisi listrik menggunakan tangan.
  • Helm. Agar kepala terlindungi dengan baik, maka anda harus memakai helm yang dirancang khusus dari plastic keras dengan tali di bagain dagu untuk mencegah helm terlepas dari kepala.
  • Sepatu listrik (safety shoes)
  • Goggles (kacamata safety). Alat ini sangat penting digunakan untuk melindungi mata, yakni organ paling sensitif di tubuh.
  • Safety harness. Terkadang seorang teknisi listrik harus melakukan perbaikan atau pemasangan instalasi listrik di tempat yang tinggi. Untuk menjaga keselamatan teknisi, maka diperlukan safety harness ini.
  • Selimut api
  • Detektor gas.

2. Alat pemadam kebakaran

Dalam mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik, kecelakaan yang rentan terjadi yaitu kebakaran. Oleh karena itu alat pemadam kebaran sangatlah penting dan diperlukan.

3. Kotak P3K

Kotak P3K berisi berbagai peralatan medis seperti salep luka bakar, perban, betadine, dan lain sebagainya yang digunakan untuk memberikan pertolongan pertama terhadap kecelakaan yang terjadi agar tidak terjadi efek yang lebih parah.

Selain perlengkapan K3, perlengkapan lain yang harus disiapkan oleh seorang teknisi listrik untuk menunjang pekerjaanya tak lain yaitu tang, obeng, kunci pas, ring, palu, kunci L, kunci inggris, cutter, tespen, solder, meteran, gergaji, dan lain sebagainya.

Nah itulah perlengkapan K3 juga peralatan lain yang sangat diperlukan untuk menunjang keselamatan kerja seorang teknisi listrik. Dengan membaca artikel ini, semoga anda bisa semakin menyadari pentingnya  menjaga keselamatan anda dari kecelakaan dan juga cedera saat bekerja.

Jika anda tergabung dalam suatu penyedia jasa kontraktor listrik, maka jangan lupa untuk meminta perlengkapan K3 yang lengkap agar anda bisa bekerja dengan baik dan keselamatan anda pun terjamin. Selamat menjadi teknisi listrik yang handal!

Cara Memasang Server Sound System Dalam Ruangan

Cara Memasang Server Sound System Dalam Ruangan

Sound system adalah suatu komponen yang telah dibuat menjadi satu dengan tujuan untuk memperkuat suara. Seorang kontraktor ME yang beberperan menangani sound system disebut soundmen.

Prinsip Kerja Sound System

Sound system memiliki beberapa prinsip kerja dalam penguatan suara pada sound system.

1. Menentukan sumber bunyi

Prinsip kerja utama dari sound system untuk memperkuat bunyi adalah dengan menentukan sumber bunyi, sumber bunyi ini biasanya berasal dari vokal maupun alat musik.

2. Menangkap sumber bunyi

Setelah server sound system telah berhasil menentukan sumber bunyi, prinsip selanjutnya yaitu penangkapan sumber bunyi. Hal ini bertujuan agar suara yang ditangkap mampu dirubah menjadi sumber listrik yang akan dihubungkan ke bagian memroses sinyal suara.

3. Mengolah singnal utama audio

Setelah selesai menangkap sumber bunyi, selanjutnya adalah mengelolah sinyal audio utama. Jika yang ditangkap hanya ada satu bunyi maka yang diinput hanya satu. Namun, jika suara yang ditangkap ada beberapa bunyi maka dalam hal itu diperlukan alat yang bernama mixer audio yang di dalamnya dilengkapi dengan channel.

4. Ourput Signal Transduser

Output signal transduser adalah speker yang mempunyai fungsi sebagai pengubah signal listrik yang telah dirancang menjadi kuat melalui power amplifier. Dengan begitu suara yang telah kuat akan kembali menjadi lebih kuat.

Cara Pasang Server Sound System Dalam Ruangan

Sebelum memulai pemasangan sound system, kontraktor hvac harus mempersiapkan hal – hal berikut:

  • Amplifier ( Power Amplifier)
  • Loudspeaker
  • Pendukung ( Microphon, gitar elektrik dll)
  • Kabel dan konector

Setelah kontraktor ME telah memastikan hal – hal yang dibutuhkan untuk memasang sound system dalam ruangan, maka proses penginstalan sudah dapat untuk dilakukan.

1) Perhatikan Kondisi Ruangan

Tahap pertama untuk pemasangan sound system adalah memastikan bagaimana kondisi ruangan yang akan digunakan sebagai ruang khusus server sound system. Pengecekan ruang yang akan digunakan bertujuan agar kamu dapat mengetahui seberapa besar penyerapan suara yang terjadi dalam ruangan.

2) Menentukan Letak yang Pas

Peletakan sound system dalam ruangan akan memerlukan ketelitian yang lebih, hal ini dikarenakan sound system yang berada dalam ruangan bersifat tetap atau permanen dan ini berbeda dengan sound system yang berada di luar ruangan. Untuk bisa memastikan letak penempatan sound system degan tepat maka sebaiknya penentuan letak sound system dilakukan oleh operator FOH, hal ini dilakukan agar memudahkan tugas teknisi sound system.

3)  Menginstal Sound System

Dalam penginstalan sound system terdapat beberapa tahap yaitu meliputi mixer, equalizer, crossover, powe amplifier, dan speaker.

  • Mixer

Tempat pengaturan karakter berbagai macam jenis suara pada saat pertama kali masuk.

  • Equalizer

Tempat penyempurnaan suara yang telah dilakukan oleh mixer.

  • Crossover

Crossover adalah pemisah frekuensi dari semua jenis suara yang masuk dari sebuah proses crossover.

  • Power Amplifier

Power amplifier adalab tempat yang berfungsi sebagai penggerak speaker.

  • Speaker

Speaker adalah tempat dimana seluruh jenis suara dikeluarkan dengan frekuensi yang berbeda – beda.

4) Menentukan Sweet Spot

Menentukan sweet spot tidak boleh asal – asalan, dimana jika peletakan loudspeaker tidak membentuk segitiga sama sisi maka dampaknya adalah anda tidak dapat bisa me dengarkan suara yang bagus.

5) Menentukan Keseimbangan Nada

Jarak antara loudspeker dan juga dinding tidak boleh terlalu jauh, hal ini dikarenakan jika jarak loudspeker dengan dinding terlalu jauh akan mempengaruhi suara yang dihasilkan.

6) Memperhatikan Jarak Speaker Dengan Pendengar

Ini adalah salah satu hal yang harus sangat diperhatikan dalam pemasangan sound system. Karena jika jarak antara speaker dengan pendengar terlalu deket maka bisa sangat dipastikan menganggu pendengaran.